Solusi untuk B2B
CRM Follow-Up untuk Tim Sales B2B dan Distributor
Deal B2B gagal bukan karena produk jelek, tapi karena banyak stakeholder yang luput di-follow-up.
Penjualan B2B jarang berhenti di satu orang. Ada user, procurement, finance, sampai owner yang ikut menilai. AmbilTarget membantu tim sales B2B mencatat semua kontak penting, menjaga proses penawaran tetap bergerak, dan memastikan quotation, sample, atau meeting lanjutan tidak berhenti di inbox seseorang saja.
Pain Points
Masalah follow-up yang sering terjadi di industri B2B
Quotation sudah dikirim tapi tidak ada progres jelas
Setelah proposal atau penawaran harga dikirim, sales sering menunggu terlalu lama tanpa tahu apakah dokumen sedang dibaca user, tertahan di procurement, atau butuh follow-up ke decision maker lain.
Banyak stakeholder, tapi catatan komunikasi hanya ada di kepala sales
Satu akun punya beberapa PIC dengan kebutuhan berbeda. Kalau konteks tiap orang tidak tercatat, diskusi lanjutan jadi berulang dan kesan profesional ikut turun.
Sample, demo, atau meeting lanjutan tidak punya next action yang tegas
Prospek sudah minta presentasi produk atau pengiriman sample, tapi tim tidak punya sistem yang memastikan kapan harus follow-up kembali dan apa langkah berikutnya.
Solusi
Cara AmbilTarget membantu tim B2B
- pipeline akun B2B yang mencatat user, procurement, finance, dan decision maker dalam satu tempat
- reminder terjadwal untuk follow-up quotation, demo produk, negosiasi harga, dan approval internal
- riwayat komunikasi yang membantu tim memahami konteks tiap PIC tanpa mengulang dari nol
- template follow-up untuk proposal, after meeting summary, dan dorongan keputusan pembelian
Siap rapikan follow-up?
Coba Gratis 7 Hari
AmbilTarget membantu tim b2b mencatat prospek, menjadwalkan next action, dan menjaga pipeline tetap bergerak tanpa mengandalkan ingatan semata.
Coba Gratis 7 Hari